Ramadan Bulan Yang Berbeda

      
      Ramadan Bulan yang Berbeda
      
       Ramadan 1441 H jatuh pada tanggal 24 April 2020. Bulan yang banyak dinantikan umat Islam di seluruh dunia. Bulan kemuliaan, bulan ampunan, bulan turunnya Al-Qur- an. Sebelum bulan ramadan datang, penduduk di seluruh dunia tengah diuji dengan virus mematikan, virus itu bernama virus Corona (Covid-19). Jumlah orang yang meninggal tak main-main sangat banyak. Jumlahnya saya tak bisa sebutkan di blog ini, karena angkanya berubah2 setiap harinya, disetiap negara mempunyai alat hitung masing-masing untuk mengetahui jumlah angka yg terkena virus, yang meninggal,  dan yang sembuh. Menurut berita yang saya lihat, virus ini pertama kali menyerang di negara China, tepatnya di Wuhan, sekitar akhir bulan Desember 2019. Pada saat itu masih status Endemik karena virus masih menyerang di wilayah itu saja. Namun, semakin lama virus itu menjalar ke sejumlah wilayah negara lainnya. Menimbulkan kepanikan, dan ketakutan. Ketika virus sudah menjalar ke luar wilayah maka,  statusnya sudah pandemik. 

       Sebelum Virus menjalar ke luar wilayah,  beberapa negara pun sudah menyiapkan segala persiapannya. Di Indonesia, Pemerintahannya sudah mempersiapkan semuanya, mulai dari tempat kesehatan rumah sakit, puskesmas. Mempersiapkan APD (Alat Pelindung Diri), ruang Isolasi, dan lain-lain. Mencukupkan bahan pangan, dan telah membuat perencanaan-perencanan lainnya. Semua negara sedang bersiap-siap akan virus ini. Harapan saya, dan semua rakyat semoga Indonesia tidak menjadi tempat persinggahan virus ini. Namun, takdir berkata lain. Virus ini singgah di Indonesia.

       Ketakutan dan panik pun terjadi di penduduk Indonesia, menurut berita yang saya lihat di televisi,  awal kasus virus ini masuk, menjangkit di Kota Depok Jawa Barat. Sejak saat itu, warga setempat panik, membeli banyak kebutuhan bahan pokok, membeli masker, dan hand sanitizer,  yang berakibat stoknya berkurang dipasaran, dan harga yang melonjak tinggi di pasaran. Saya sedih sekali melihat pemberitaan ini, karena saya hanya warga yang menengah, jika semua diborong, lantas orang-orang yang seperti saya ini bagaimana bisa bertahan hidup.  Tapi hal yang saya ingat adalah bahwa hidup seseorang sudah dijamin segalanya oleh Alloh swt. Hidup saya hanya Alloh yang tahu. Tugas saya hanya ikhtiar, dengan cara mematuhi anjuran pemerintah. Yang saat itu pemerintah menyuruh untuk selalu mencuci tangan, karena Virus Corona dapat menempel pada tangan. Mengganti baju sesudah dari luar rumah, virus ini juga bisa menempel pada baju. Dan yang paling penting adalah menggunakan masker. Begitu kurang lebih anjuran dari pemerintah. 

       Baiklah, saya tinggal di Surabaya Jawa Timur. Tidak luput dari adanya virus ini. Bulan Maret 2020, pemerintah pendidikan sudah memberikan arahan bahwa kegiatan belajar mengajar di sekolah diliburkan selama 2 pekan, dan terus diperpanjang sampai bulan ini bulan April 2020. Tak hanya dunia pendidikan yang dibatasi ruangnya, namun sejumlah tempat yang dimana banyak berkerumun orang pun menjadi sasaran pemerintah untuk mencegah virus itu menjalar lebih banyak. Diantaranya fasilitas umum, tempat ibadah, dan banyak tempat lainnya yang harus dibatasi. Dampak virus ini pun sangat besar, terutama di sektor ekonomi yang mulai goyang. Banyak perusahaan yang merumahkan pegawainya, ada pula yang terpaksa di PHK (pemutusan Hubungan Kerja), adapun perusahaan yang gulung tikar (bangkrut). Sedih rasanya mendengar pemberitaan ini. Pegawai yang masih bekerja pun disuruh untuk bekerja di rumah atau Work From Home (WFH), dilakukan secara online.

       Ramadan tahun ini sangatlah berbeda buat saya dan mungkin sebagian pembaca blog ini. Dimana saya selalu memulai ibadah di masjid. Diawali dengan sholat tarawih hari pertama saya sholat di rumah dengan menjaga 1 ponakan. Sedang ibu ikut tarawih di masjid desa, tentunya dengan peraturan yang disiapkan oleh panitia masjid,  yakni sholat pakai masker, jarak sholat 1 meter, hanya yang sehat yang boleh ikut. Maaf sebelumnya, saya sebelumnya tinggal di Surabaya, namun semenjak virus masuk ke Surabaya, saya memutuskan untuk ke Gresik, menemani ibu dan ponakan saya disana. Saya disini sudah 1 bulan. Kebetulan sebelum virus menjalar ke Surabaya,  saya sudah resign dari salah satu perusahaan swasta. Baiklah kita lanjutkan. Di Gresik terutama di kecamatan saya tinggal masih berzona hijau, jadi diperbolehkan untuk melakukan sholat tarawih. Saya disini menemani ibu saya yang telah berumur 60 tahunan, tidak bisa menggunakan gadget. Saya dan kakak-kakak khawatir jika sedang bekerja di Surabaya. Jadi kita bergantian untuk pulang ke Gresik untuk selalu menenggok ibu. Jadi setidaknya saya saat ini kurang lebih meringankan beban kekhawatiran kakak-kakak dengan adanya saya saat ini di Gresik. 
     
#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE1

Komentar