Cita-Citaku, Cita-Citamu

Cita-Citaku,  Cita-Citamu

Hal yang selalu membuat kita bertambah semangat adalah ketika kita bercerita dengan teman, atau bercerita kepada keluarga mengenai cita-cita yang ingin kita capai kelak. Masih ingatkah bagaimana dialog kalian dengan orang-orang terdekat mengenai cita-citamu?. Pasti bermacam-macam profesi yang kalian pilih dalam daftar cita-citamu. Mungkin sebagian besar  dalam daftar cita-cita kalian berkeinginan menjadi dokter, guru, polisi, tentara, bahkan menginginkan menjadi artis terkenal. 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), cita-cita adalah keinginan (kehendak)  yang ada di dalam pikiran. Kalian telah menanam di dalam pikiran sejak kecil tentang cita-citamu kelak, dengan harapan tercapai, atau sesuai dengan apa yang diinginkanmu dahulu. 

Namun, seiring bertambahnya usia, dan seiring bertambahnya ilmu yang kalian dapat dari sekolah, cita-citamu seakan memudar, dan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Ternyata dahulu mudah bagi kalian mengucapkan cita-cita atau keinginan. Namun, sekarang seakan semuanya susah untuk digapai. 

Apa yang membuatmu merasa susah untuk mengapainya?. Dahulu cita-citamu sangat mulia,  menjadi seorang dokter, kelak dapat menolong orang yamg sakit, atau dapat menolong orang yang tidak mampu membayar biaya rumah sakit. Menjadi seorang guru, yang kelak akan mencerdaskan seluruh anak Indonesia, dan membuat Indonesia menjadi negara maju dengan banyaknya anak-anak bangsa yang pandai. Menjadi seorang polisi atau tentara,  kelak akan membuat negara teraman dan terdamai sedunia. Dan kenapa ketika kalian telah mengetahui bahwa profesi tersebut sangat susah di galai lantas membuat semangatmu luntur, wahai kalian generasi penerus bangsa?. 

Apa yang melunturkan semangatmu dulu?. Biaya kah?, Sekarang banyak bantuan berupa beasiswa dari pemerintah setempat, lembaga, maupun beasiswa dari negara langsung. Pendidikanmu sudah di jamin oleh negara. Semahal apapun biayanya jika kita yakin kepada Alloh, semua terasa mudah. Bukankah Alloh telah berkata,  "Siapa yang sedang menuntut ilmu dalam suatu mejlis ilmu, maka,  Aku akan permudah jalannya", Kurang lebih seperti itu.  

Apalagi yang membuatmu putus semangat untuk mewujudkan itu?, lelah dalam setiap materi pembelajaran di sekolah, madrasah, universitas, majlis ilmu?, seakan rasamu dihujam peluru bertubi-tubi?. Ingatlah sebuah kata-kata bagus yang pernah saya dengar, "Biarlah berlelalah dalam mencari ilmu, daripada nanti saya harus menanggung kebodohan". Tujuan belajar adalah mencari ilmu,  benar?, lalu kenapa terbersit untuk lelah?. Itu namanya godaan dari setan semata,  yang menginginkanmu menjadi manusia bodoh. Jia terjerat ajakan setan,  maka jadilah temannya. Naudzubillah

Bukankah Alloh juga telah berkata,  "Allah tidak akan merubah suatu kaum, sebelum kaum itu merubahnya", Begitu kurang lebih. Kamu ingin pandai, namun tidak ingin bersusah payah mengejar ilmu-Nya, bagaimana Alloh dapat merubahmu, jika kamu sendiri tidak merubah dirimu pula?.  Apa kau berfikir, ini sudah menjadi takdirnya Alloh saya seperti ini. Alloh memang mengetahui hidupmu, dan takdirmu, namun ada takdir Alloh yang dapat dirubah, adapula yang tidak dapat dirubah. Jika kamu menginginkan pandai, dan cita-citamu tercapai, tetap harus diperjuangkan, ini salah satu takdir Alloh yang dapat diubah. 

Ibaratnya, jika menginginkan makan ayam bakar haruslah kita bersusah payah dahulu. Beli ayam di pasar yang telah disembelih, masak dahulu dengan aneka rempah dan bumbu, lalu dibakar, dan barulah dapat dinikmati. Ada proses ketika akan memakan ayam bakar. Sama dengan proses kalian menjadi pandai hingga mencapai cita-citamu, bersusahlah dahulu dengan semuanya, serta tanamkan dalam hatimu bahwa Alloh itu ada untuk membantumu. Jika telah begitu, amanlah dan tentramlah dirimu. 

Walau saya pun tahu, teori tidak sejalan dengan praktik yang ada di lapangan,  saya mengakui itu!. 

Saya pun pernah mengalami up and down, pernah lelah, pernah hampir menyerah, pun pernah menangis. Saya ini juga manusia biasa, Sahabat. Hingga semangat itu muncul kembali, mana kala saya ingat pesan ayah, seperti ini pesannya, "Ayah tau, kamu takut untuk melanjutkan pendidikanmu, kamu takut menjadi beban buat Ayah dan Ibu, Ayah pun tau kamu takut tentang biaya, dan kamu takut Ayah tidak dapat membayarnya. Ingat, Nak, kamu tidak perlu risau tentang biaya, Ayah ada biaya untuk pendidikanmu, nanti tinggal Ayah minta ke Alloh buat kamu. Kamu fokus belajar, fokus untuk mewujudkan apa yang kamu inginkan dan apa yang Ayah-Ibu inginkan, tentang biaya, itu urusan Ayah.  Alloh itu pemurah, Nak. Apalagi Hambanya sedang mencari dan belajar ilmu-Nya, pasti Alloh akan permudah jalanmu. Tolong diingat ini, percaya, berusaha, berdoa selalu, setelah itu Alloh yang akan tentukan.". 

Masyaa Alloh, benar sekali, ketika saya mengikuti pesan Ayah, Alloh permudah semua jalannya.Baru saja saya mengenyam pendidikan,  namun Ayah telah pergi mendahului kami. Lantas perasaan risau soal biaya pendidikan pun terbesit dalam hati,  "Ayah telah berpulang, lalu bagaimana biaya pendidikan, siapa yamg akan membantu?", lalu saya menjalankan pesan Ayah, maka Masyaa Alloh benar-benar diluar dugaan, benar sekali, Alloh bantu semuanya. Ternyata Ayah telah menyiapkan banyak doa yang selalu dilantunkan setiap selesai sholat maupun ketika malam, dan mungkin Alloh kabulkan setelah berpulangnya Ayah. 

Saya benar-benar takjub dengan kekuatan doa orang tua, sangat mudah diijabah oleh Alloh, semua perihal midah bagi Alloh, asal hambanya mau untuk selalu ingat dan mendekata pada-nya. Pun perihal cita-cita, sangat mudah bagi Alloh wujudkan, asal rumus yang telah di paparkan diatas di coba dan dilaksanakan. 

Wallahu a'lam bish-shawabi

Sekian. 

Mohon maaf jika terdapat salah kata, atau jika ada yang merasa tersinggung. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama. Dibolehkan, saling menasehati dalan hal kebajikan. 

Terima kasih 

#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
 #BERSEMADI_HARIKE-19

Komentar