Pandangan Pertama Melihatmu

Pandangan Pertama Melihatmu

Manusia diberikan kesempurnaan fisik oleh Alloh SWT, dan harus digunakan dengan sebaik mungkin, karena pemberian-Nya adalah amanah yang harus dijaga dengan baik. Takjub, benar-benar takjub dengan pemberian Alloh yang bernama mata ini. Dapat belajar apapun dengan segala kemudahan yang diberikan, bersyukur selalu, walau kita tahu bahwa mata tidak akan selamanya bertahan terang. Ada kalanya mata akan memudarkan fungsinya. Karena kita tahu,  mata hanya sebagian nikmat yang dititipkan oleh Alloh SWT. 

"Perbanyak syukur,  maka akan ditambah nikmat dari-Nya", sangat benar sekali janji Alloh yang satu ini. Dengan pemberian mata ini, sangat terasa bagaimana Alloh menampakkan keagungan-Nya. Dari mata ini, belajar banyak ilmu yang ada di bumi, banyak mengetahui apa yang belum dipelajari. Dari mata ini, dari bodoh menjadi pandai, dan dari mata ini, ku tahu mana yang benar dan yang salah. 

Akankah jika Alloh tidak mengaruniai diriku sebuah mata, apa aku dapat belajar lebih dalam tentang dirimu Wahai Sang Pencipta segalanya?. Pertanyaan ini sekilas terbersit di hati kecil saya. Entah, pertanyaan ini seharusnya tidak boleh tebersit dalam hati saya, karena pertanyaan ini menandakan iman saya masih sangat rapuh. Bukankah Alloh sudah sangat jelas?. 

Bukan karena Alloh tidak memberikan sebuah mata, lantas Alloh membiarkanmu tidak mengenal diri-Nya. Tidak. 

Bukankah Alloh sangat dekat dengan nadimu?, lalu kenapa kamu anggap membiarkanmu?. Sungguh matilah hatimu jika berprasangka demikian. 

Alloh berikan kemudahan bagi siapa saja yang berusaha mencari tahu dan ingin mengenal lebih dalam tentang siapa Alloh itu. Alloh bantu dengan banyak cara yang Ia kehendaki, mudah bagi Alloh.  Jangan risau wahai pejuang ilmu. 

Dengan memudarnya fungsi mata seseorang dengan banyak keluhan mata, mulai dari penyakit minus, penyakit plus, penyakit silinder, dan sebagainya, yang sebagian dari keluhan penyakit tersebut dipermudah fungsinya mengunakan kacamata, maupun mengunakan kontak lensa, Alloh mudahkan jalan-Nya lewat penemu-penemu hebat yang menemukan kacamata. 

Bukan memudarnya fungsi mata menjadikan kita patah semangat, menganggap sebuah kekurangan, menganggap Alloh tidak perhatian,  dan lain-lain. Berhenti beranggapan seperti itu. Alloh peduli dengan kita. Belajarlah untuk berbaik sangka kepada Alloh. 

Hingga suatu ketika pada pandangan pertama melihatmu. Hatiku luluh, dan menangis. Aku malu, aku mengutuk diriku sendiri sebagai seorang Hamba yang tidak pernah puas.
Bagaimana Alloh bisa menciptkanmu dengan penuh kesempurnaan?. Walau aku tahu, aku pun dapat dikatakan sempurna. 

Aku melihat ia sangat sempurna sebagai seorang Hamba Alloh, aku tahu secara fisik aku lebih unggul, tapi secara keimanan aku kalah.  Aku kalah,  dan salah. Begitu hebat imannya. Tidak pernah pudar untuk belajar ilmu dari ayat-ayat Alloh,  walau terbatas fisiknya. Alloh jelas tampakkan keagungan-Nya. Sekalipun Hamba Alloh itu tidak pernah ditinggalkan oleh Alloh,  dibimbingnya ia hingga kelak mendapat surga-Nya. 

Dalam  Quran Surat Al-A'raf 7: Ayat 179, Allah SWT berfirman:
"Dan sungguh, akan Kami isi Neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah."

"Ya Alloh jangan jadikan kami isi dari Neraka Jahannam", Pintaku pada-Nya. Engkau sangat tahu isi dalam hatiku kala itu, hingga kau benar-benar tampakkan kuasamu. Aku benar-benar salah, bodoh, dan tak pernah mengangap nikmat-Mu ini. Maafkanlah, dan bimbinglah aku. 

Manakala pandangan pertama melihatmu, lututku tak dapat menahan beban badan ini. Hatiku tersadar melihatmu. Aku tahu, indera penglihatanmu hilang karena kuasa-Nya, tapi kamu tetap ingin mempelajari kalam-Nya, walau yang membuat penglihatanmu hilang adalah Alloh, engkau sangat tenang dengan keputusan-Nya, bahkan kamu memilih untuk lebih mendekatkan dirimu pada-Nya. 

Sedangkan saya yang masih diberi penglihatan sempurna, walau harus memakai alat bantu kacamata, hatiku tidak setegar, dan setulus dirimu mencintai-Nya. Aku iri melihat kesempurnaan yang kamu pancarkan. Bisakah aku sepertimu wahai Hamba Alloh?. Pandangan pertama melihatmu, aku tersentuh karena-Nya, aku takut Alloh ketika telah Ia tampakkan keagungan-Nya padaku. 

Wallahu a'lam bish-shawabi

Sekian. 

Mohon maaf jika terdapat salah kata, atau jika ada yang merasa tersinggung. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama. Dibolehkan, saling menasehati dalan hal kebajikan. 

Terima kasih 

#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
 #BERSEMADI_HARIKE-17

Komentar