Pedang yang Menembus Hati

Pedang yang Menembus Hati

Pedang adalah sebuah alat yang terbuat dari besi yang di tempa dengan palu besar, dan di panaskan dengan bara api, serta diasah supaya tajam. Pedang merupakan bagian dari peralatan perang di sebagian negara zaman dahulu, ketika belum ada peralatan secanggih ini. Selain pedang, terdapat pula perisai sebagai peralatan perang. Perisai digunakan untuk melindungi atau tameng diri. 

Ketika kalian melihat sebuah film bergenre action atau kolosal, dengan adegan perang mengunakan pedang, seru sekali melihatnya, tegang dibuatnya, kagum dengan acting sang aktor, dan mengambil pelajaran dari cerita yang dibuat. 

Pedang ibarat seperti pisau bermata dua. Pedang dapat menguntungkanmu atau membahayakanmu, karena itu tergantung si pemakai. Jika pedang di gunakan dalam situasi berperang, gunakanlah pedang untuk membela yang harusnya dibela, dan jangan kalian gunakan pedang untuk membela yang seharusnya tidak boleh dibela. Jadi, bijaklah dalam menggunakan pedang. 

Dalam sebuah peperangan, antar lawan saling mengadu pedangnya. Titik sasaran mereka agar lawannya segera kalah adalah organ penting di dalam tubuhnya, yakni jantung, paru-paru, maupun hati mereka, area dada dan perut menjadi sasaran hunusan pedang. Jika sekali pedang menancap di bagian tersebut, kalah sudah lawannya. 

Sebuah peperangan tidak boleh asal perang, mereka harus bermain strategi, karena menang adalah tujuan utama. Yang biasa membuat strategi adalah seorang panglima perang, mereka dtunjuk oleh raja atau kaisar untuk menjadi panglima, atau pemimpin perang. Panglima perang bertugas mengatur siasat atau strategi berperang. Kalah atau menangnya sebuah peperangan tergantung pada strategi panglimanya, bukan dilihat dari seberapa banyak jumlah prajuritnya. 

Adanya sebuah perang di suatu wilayah adalah untuk memperebutkan atau mempertahankan wilayah tersebut. Tak hanya wilayah saja,  terkadang perang dilakukan untuk menunjukkan negara atau wilayah mana yang paling kuat. 

Saya terinspirasi dari sebuah film bergenre peperangan yang saya putar balikkan kisahnya dalam kehidupan keseharian. Kita coba bedah satu per satu. 

Peperangan di sebuah film adalah suatu kehidupan yang kita jalani setiap harinya. Kita berperang melawan apapun yang harusnya dilawan. Melawan ego masing-masing, melawan waktu yang sering di sia-siakan. Melawan hal-hal yang buruk yang masih berdiam dalam diri kita untuk segera pergi dan beralih hal-hal baik yang bisa dan boleh berdiam dalam diri kita. 

Pernahkah kalian menjumpai orang dengan perkataan yang tidak baik kepada kalian?. Contoh, mohon maaf sebelumnya berkata bullying atau memperolok kekurangan yang tampak olehmu atau kalian membedakan orang satu dengan orang yang lain. Pernahkah kalian berjumpa, atau kalian menjadi salah satu korbannya?. Jika korbannya kuat secara mentalnya terhadap perlakuan tersebut tidak menjadi masalah, namun jika tidak kuat secara mental, apa yang akan terjadi?, sakit hati?,  depresi kah?, minder kah?. 

Zaman sekarang tidak ada perang yang menggunakan pedang. Ingin lawan segera kalah, cukup lemparkan saja bom, atau rudal, menanglah kalian, mudah sekali. Jangankan membawa sebuah pedang, di negeri ini membawa pistol harus ada ijinnya, tidak sembarang orang boleh menggunakannya. Ada alat yang sangat tajam melebihi pedang dan pisau, apakah itu?, yaitu lisanmu atau perkataanmu. Kenapa bisa?. Jawabannya bisa. Kita lihat lagi pada kasus diatas, ketika sahabat ada dalam posisi tersebut, apa yang dirasakan?. Sakit, bukan?. Bukan luka sayatan pada badan yang diperoleh, namun sayatan atau luka dalam hati setiap korban. Bagaimana kita tau jika orang itu sedang sakit atau terluka hatinya?, jika hati hanya bisa dirasa tanpa bisa dilihat.

Ada sebuah ayat Al-qur'an dalam Surat Yunus 10 ayat 65, Allah SWT berfirman:

"Dan janganlah engkau (Muhammad) sedih oleh perkataan mereka. Sungguh, kekuasaan itu seluruhnya milik Allah. Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui."

Serta terdapat dalam Al-quran Surat Al-Isra' 17 Ayat 53, Allah SWT berfirman:

"Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sungguh, setan itu (selalu) menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sungguh, setan adalah musuh yang nyata bagi manusia."

Baiklah mulai saat ini, baik siapapun jaga lisan kita dengan perkataan baik-baik. Perkataan yang baik menimbulkan hal baik pula, dan sebaliknya. Perselisihan yang diakibatkan oleh lisan yang buruk itu kerjaanya setan. Karena setan adalah musuh yang nyata bagi manusia. 

Agar terhindar dari lisan yang berkata buruk, biasakanlah berdzikir, biasakanlah membaca Al-quran, dan berdoalah minta perlindungan kepada Alloh untuk menjauhkan lisan kita dari perkataan buruk.

Wallahu a'lam bish-shawabi

Sekian, semoga bermanfaat. Mohon maaf jika ada kesalahan kata. 

#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-8

Komentar