Pergi Sejenak Saja

Pergi Sejenak Saja

Datangmu hendak berjumpa menemuiku, tetapi datangmu hanya sekedar menyapaku, mengajakku berbicara banyak hal, mendengarkan banyak hal pula darimu. Kamu menemaniku sejenak, membawaku sangat larut dan tidak dapat berpaling kemanapun. Walau kamu tahu, kehadiranmu membawaku lebih nikmat menjalaninya, menjalani dengan suasana dunia yang semakin riuh dengan makhluk yang Alloh datangkan ketika aku sedang menanti kehadiranmu. 

Aku merindukanmu. Begitu lama aku menunggumu. Harapanku diwujudkan oleh Alloh, aku dapat bertemu denganmu lagi,  senang rasanya. Walau aku tahu, kehadiranmu kali ini membawa begitu banyak perubahan dalam diri ini. 

Dahulu aku menghabiskan waktu bersamamu dengan banyak orang, dengan banyak saudara seiman dari kalangan manapun, menghabiskan waktu ibadah bersamamu dengan yang lainnya. Sangat berbekas di dalam hati.  

Mencoba untuk tetap sadar dalam keadaan apapun, berusaha tetap menjadi pribadi yang pandai mensyukuri berkah dan nikmat yang telah diberi.  Kamu datang dengan seribu harapan untukku. Dengan kedatanganmu, mulai kuucapkan satu per satu harapanku kepada-Nya. 

Seandainya kamu bisa mengatakan sesuatu kepadaku, apa yang hendak kamu ucapkan kepadaku?. Akankah kamu mengatakan rasamu yang merindukanku juga?. 

Aku dahulu pernah merasa bersalah ketika kamu telah datang, lantas aku membiarkanmu lama menungguku. Kamu tahu aku selalu melakukan banyak kesalahan, namun, kamu selalu datang menemuiku, dan kamu mulai menyapaku,  "Hai aku datang mengunjungimu kembali". Saat itu aku tidak begitu tersentuh dengan kehadiranmu. Acuh adalah kata yang tepat untuk menggambarkan. 

Mungkinkah Alloh telah menegurku dengan cara-Nya?. Alloh menyuruhmu mengunjungiku dalam situasi seperti ini. Hingga aku dapat terbungkam dengan hati terpecah. Alloh berhak atas hidupku, Alloh berhak memberiku apapun yang telah menjadi kehendak-Nya. 

Namun,  tidak kah aku dapat melihat kemurahan hati-Nya, menjumpakkan diriku denganmu yang telah aku nantikan sangat lama. Harusnya ketika kamu datang, adalah kesempatanku untuk mendapatkan ampunan-Nya. Ketika kamu datang adalah kemudahan jalan bagiku untuk merayu-Nya pada malam-malam yang tidak pernah engkau jumpai setiap harinya. Karena kedatangnmu telah dibuat istimewa oleh Alloh. Hanya orang-orang merugilah yang membiarkan kanu berlalu begitu saja tanpa sekalipun aku menyapanya. 

Saat ini, banyak hal yang telah aku lalui bersamanya yang tidak pernah aku lalui seromantis ini. Bagaimana tidak, aku menikmati kedatanganmu dengan orang di rumah, mulai terbit fajar hingga terbenamnya matahari, begitu setiap hari. Berbagai aktifitas telah membuatku tahu akan arti kedatanganmu sebenarnya.

Lama orang-orang mencari arti kebahagiaan, banyak kulihat mereka bahagia akan kesombongannya, bahagia akan pangkatnya, bahagia akan hartanya, bahagia akan segala dunianya, namun, baru kurasakan arti kebahagiaan itu ada dalam keluargamu sendiri, keluargamu adalah letak kebahagiaanmu. Walau realitanya, kebahagiaan beradu dengan banyak himpitan ditengah-tengah masa sulit seperti ini. Masa dimana kita dan dunia sedang berusaha bertahan. Entah bertahan untuk dapat makan, atau bertahan untuk kesembuhan, point utamanya adalah bertahan untuk hidup. 

Alloh selalu memberitahuku, bahwa kedatanganmu penuh dengan rahmat, berkah, dan ampunan, karena datangmu membawa kesempurnaan untukku, dan untuk semua orang. Hanya orang-orang merugilah yang menyia-nyiakanmu. Kali ini di dalam hatiku berkata,  "Tidak akan lagi aku melewatkanmu, tidak akan lagi aku membiarkanmu pergi begitu saja"

Kebahagian bertambah dengan kesempurnaan yang di dapat adalah kebaikan dunia dan akhirat. 

Hari ini detik-detikmu telah tiba, kamu akan meninggalkanku lagi, kamu akan membuat rindu itu terasa pedih. Entah kelak aku akan dapat bertemu denganmu ataukah kelak aku akan bertemu dengan Alloh lebih dahulu. Harapanku, aku masih ingin bertemu denganmu, bertemu dengan kondisi yang telah berubah dan telah membaik dari tahun ini. 

Dan inginku mendengar suaramu wahai Ramadan, "Hai, aku akan datang mengunjungimu kembali, aku hanya akan pergi sejenak saja, tunggulah aku kembali, aku merindukanmu juga". Aku ingin mendengar itu. Hingga dapat ku teteskan air mata, memintamu berkunjung kembali. 

Wallahu a'lam bish-shawabi

Sekian. 

Mohon maaf jika terdapat salah kata, atau jika ada yang merasa tersinggung. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama. Dibolehkan, saling menasehati dalan hal kebajikan. 

Terima kasih 

#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
 #BERSEMADI_HARIKE-20

Komentar