Ramadan Sejuk Jika Ada Kamu


Ramadan Sejuk Jika Ada Kamu 

      Indonesia menempati negara dengan populasi terpadat nomor empat di dunia. Berada di iklim tropis, dan memiliki dua musim, sudah tahu tentunya, musim kemarau dan penghujan. Jika musim kemarau tiba dengan padatnya populasi di Indonesia, serta kemacetan jalan yang dibuat oleh kendaraan-kendaraan bermotor membuat Indonesia di juluki negara macet. Sudah pernah merasakan kemacetan di tengah-tengah musim kemarau, bukan?. Rasanya ingin marah-marah, emosi hendak meledak keras. Pernah juga merasakan bulan Ramadan di tengah-tengah musim kemarau, dan kamacetan di jalan, seakan hawa nafsu meronta-ronta ingin memaki keadaan yang ada. 

      Namun kali ini bulan Ramadan tepat di hari ini di kota saya sedang turun hujan. Kata orang hujan itu pembawa rindu, pembawa berkah, pembawa kenangan, pembawa kekesalan (na'udzubillah), banyak kata untuk mengisyaratkan tentang hujan. Seorang pujangga menjadikan hujan sebagai penyampai rindunya, seorang pendakwa melihat hujan sebagai berkah, seorang yang cinta dunia ketika melihat hujan akan mengumpat seakan-akan hujan adalah penghalang dirinya memperoleh dunia (na'udzubillah). Bagaimana dengan kalian wahai kawan ketika melihat hujan?.

      Jika dilihat, hidup itu harus seimbang, bukan?, ada siang ada malam,  ada kemarau ada hujan, ada aku berarti juga ada kamu. Namun tepat di bulan Ramadan tahun ini sudah berbeda kawan. Bulan Ramadan hanya dirumah saja, melakukan kegiatan apapun hanya di rumah. Bosan sekali, sudah akan menginjak 2 bulan kita dalam keadaan seperti ini. Alih-alih hanya mengeluh dengan keadaan, seharusnya harus dipupuk rasa syukur kita. Karena nikmat yang kecil jika disyukuri akan menambahkan nikmat-nikmat yang lain. 

      Coba kita lihat bersama, jika Alloh hanya menurunkan kemarau, apa yang terjadi?, hutan kering, air irigasi pertanian tidak dapat mengaliri sawah milik para petani,  dan lain sebagainya. Dan jika Alloh hanya menurunkan hujan saja, apa yang terjadi pula?, banjir dimana-mana,  tanah longsor,  dan lain sebagainya. Maka dari itu, Alloh memberikan kemarau dan hujan sebagai penyeimbang alam. Terkadang kita hanya terus mengeluh tanpa diikuti rasa syukur. Masya Alloh,  maafkan kami ya Alloh yang sering melupakan banyak nikmat yang telah kau beri. 

     Betapa nikmatnya bulan Ramadan dengan cuaca sejuk seperti ini. Ingatlah jika hujan datang mereka membawa berkah, membawa sejuta manfaat bagi kita manusia. Kalian pasti mengetahui perihal waktu-waktu yang mustajab terkabulnya doa, salah satu waktu, yakni ada di kala hujan datang. Seharusnya ketika hujan datang kita meminta, memohon, dan merendah ke Alloh, minta segala apa yang kamu ingin. Kenapa kalian tidak meminta agar Alloh segera angkat wabah ini dari bumi?, keluhkan semua ke Alloh diwaktu-waktu yang tepat, supaya doa cepat di ijabah. 

      Jangan pernah mengumpat kepada hujan, mereka jatuh ke bumi untuk kebaikan kalian. Hujan itu pemberian dari Alloh, jika kalian diberi sesuatu barang oleh orang lain, apakah kalian akan menjelek-jelekan pemberian itu di depan orang yang memberi?. Tentu tidak. Adab kita jika diberi sesuatu barang oleh orang lain pasti akan mengucapkan terima kasih. Lantas jika kita diberikan hujan yang kalian sendiri tahu banyak manfaat dari itu, kalian mengumpat, menjelek-jelekan, merasa hujan adalah sebuah penghambat jalan, kalian tahu siapa yang memberikan hujan turun ke bumi,  Alloh swt. Lantas mana adab kalian ke Alloh jika telah diberikan nikmat?. Sudah pantaskah kalian atas perilakumu?. 
      Berikut doa ketika turun hujan
اَللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا
Allahumma shoyyibian naafi’an
Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan yang bermanfaat.” (HR.Bukhari).

      Jadi mari kita kita bersama-sama selalu bersyukur atas apapun pemberian dari Alloh, termasuk wabah ini juga pemberian dari Alloh, Alloh pula nanti yang angkat wabah ini dari bumi. Percayalah. Tugas kita sekarang bersyukur, bersabar dan terus berdoa, disamping itu kita telah ikhtiar dengan mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap di rumah masing-masing. 

Sekian sahabat, semoga dapat bermanfaat. Semoga kita selalu dalam lindungan Alloh swt. Maaf jika dalam tulisan saya terdapat kekeliruan dalam penulisannya. 
     
#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-4

Komentar