Ramadan Tiba, Rindu Kepala Keluarga
Ramadan Tiba, Rindu Kepala Keluarga
Tertulis di Ayat Al-Qur-an Surat An-Nisa' 4: Ayat 1, yang artinya:
"Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu."
Dari ayat diatas kita bisa belajar bahwa, Alloh telah menciptakan manusia dengan pasanganya. Alloh meminta agar menjaga hubungan kekeluargaan. Kita dapat berkaca atau bisa melihat dari hubungan kedua orang tua kita untuk menjalani kehidupan keluarga. Belajar bersama-sama untuk saling memahami satu sama lain, untuk saling mendoakan satu sama lain, dan bersama-sama mencari ridho-Nya. Hingga kedua orang tua kita dititipi sebuah amanah dari-Nya, yang harus dijaga, dibesarkan, serta dididik untuk di kenalkan dengan sang Pencipta alam semesta raya.
Sedikit mengisahkan kala itu bersama keluarga sedang menunggu bulan Ramadan tiba. Sang Anak telah berusia cukup untuk memulai puasa penuhnya. Sang Ayah berkata, "Selain kamu akan berpuasa penuh, apa yang hendak kamu kerjakan ketika bulan Ramadan tiba, Nak?" tanya sang ayah. Sang anak dengan polosnya menjawab, "Seperti biasa Yahh, ke masjid bersama Ayah, Ibu, Kakak untuk sholat isya',sholat tarawih, disambung tadarus bersama di masjid sebelah rumah, seperti bulan Ramadan tahun kemarin". Ayah dan ibunya hanya tersenyum memandang sang anak yang telah semakin besar, begitu sederhana permintaan Sang Anak.
Semakin tumbuh Sang Anak, semakin ia menikmati setiap tahunnya jika bulan Ramadan telah tiba, ia bisa merasakan kedamaian melakukan rutinitas bersama keluarganya. Semangatnya tak pernah padam, jika sedang berurusan dengan bulan Ramadan. Ia akan pulang malam bersama sang ayah karena ia ingin menemani Ayahnya untuk tadarus di masjid. Sekitar jam 22.00 WIB mereka pulang dari masjid bersama. Di perjalan pulang ke rumah sang Ayah bertanya, "Puasa penuhnya sudah bagus, lanjut belajar sholat wajibnya di penuhi, bulan Ramadan seperti ini harus diimbangi dengan sholat wajib dan sunnah, Alloh pasti seneng lihatnya", kata sang Ayah menyemangati sang Anak. Sang Ayah tidak pernah lelah untuk selalu memperkenalkan ia dengan Sang Pencipta. Itu sudah menjadi tanggungjawab seorang ayah, sudah menjadi tugas menjadi orang tua.
Sang Anak semakin beranjak dewasa, telah banyak petuah-petuah yang diberikan, dan telah banyak hal-hal manfaat yang telah diajarkan oleh sang Ayah. Pesan sang Ayah yang sangat diingat sang Anak adalah, "Jika nanti Ayah atau Ibu pergi, entah siapa yang mendahului, itu pertanda tugas salah satu dari kita sudah selesai Nak, tugas kamu selanjutnya hanya mendoakan kami, dan tetap jaga sholat dan ibadahmu". Sang Anak bingung dengan pesan yang satu itu. Apa maksud dari pesan itu?.
Bulan Ramadan di tahun itu menjadi bulan Ramadan terakhir ia bersama sang Ayah. Untuk selanjutnya tidak ada yang namanya petuah-petuah ataupun pengajaran yang keluar dari mulut sang Ayah. Sejak saat itu, bulan Ramadan adalah bulan pengingatnya dengan sang Ayah, dia hanya merenungi kenangan yang telah dibuatnya bersama sang Ayah di masjid samping rumah. Setiap jalan yang ia susuri pun termasuk dalam kenangannya. Bahkan setiap ayat Al-Qur-an yang ia baca terdapat kenangan bersama sang ayah.
Seperti itu lah bulan Ramadan tahun selanjutnya. Banyak kenangan yang tidak akan pernah terlupakan. Sekarang ia harus melaksanakan tugas atau pesan terakhir Ayahnya. Di tahun pertama bulan Ramadan sejak kepergian ayahnya, bukan perkara mudah bagi sang Anak untuk melepaskan.
Sejak saat itu ia belajar yang namanya ilmu ikhlas. Sebelumnya, Ayahnya pernah memberikan banyak teori ilmu ikhlas kepadanya, dan teori itu begitu mudah dipahami, namun sangat sulit dipraktikkan. Sungguh!, ia mencoba mengobati sendiri. Dzikir dari mulutnya dilantunkan sebagi obat penguatnya. Ia terus berucap dalam hati, "sabar wahai hati, syukurlah wahai hati, dan ikhlaslah wahai hati".
#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-6
Komentar
Posting Komentar