Sadar Diri, Kita Itu Siapa?
Sadar Diri, Kita Itu Siapa?
Kata sadar Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sadar adalah insaf, merasa, tahu, dan mengerti. Sedangkan kata sadar diri adalah kesadaran seseorang atas keadaan dirinya sendiri.
Kita harus tau siapa diri kita ini. Kita tahu semua tentang diri ini, mulai dari potensi, hingga kekurangan yang dimiliki kita wajib sadari. Ketika telah mengetahui itu, kita tidak akan menjadi lupa diri.
Dengan kita mengetahui diri sendiri, kita bisa lebih mudah menempatkan diri ini dengan benar. Bukankah jika kita tahu sedang lapar, seharusnya segerakan untuk makan?, apakah harus menunggu teguran dari orang lain, untuk menyegerakan makan?, itu tanda jika kalian belum menyadari diri sendiri.
Kita memiliki banyak teman, dan kamu tahu akan dirimu yang sering lalai dengan lisanmu, namun dari lisanmu dengan sengaja berkata buruk kepada temanmu. Itu juga tanda akan lupa diri. Namun jika kalian memiliki sikap sadar diri, ketika sadar atas perlakuanmu, kamu akan secara berani meminta maaf kepada temanmu. Ketika kamu memiliki kekurangan dalam lisan, seharusnya kamu memilih diam, dan bukannya berkata buruk.
Sedangkan ketika kamu sadar diri akan memiliki potensi tinggi dalam suatu bidang, bukan lantas menjadi sombong akan hal itu, namun lebih merunduklah. Lebih-lebih dapat berbagi kepada sasama akan potensi lebih yang kamu punya
Berikut ada ayat Alloh dalam Surat Al-A'raf 7: Ayat 143, Allah SWT berfirman:
"Dan ketika Musa datang untuk (munajat) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, (Musa) berkata, Ya Tuhanku, tampakkanlah (diri-Mu) kepadaku agar aku dapat melihat Engkau. (Allah) berfirman, Engkau tidak akan (sanggup) melihat-Ku, namun lihatlah ke gunung itu, jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya engkau dapat melihat-Ku. Maka ketika Tuhannya menampakkan (keagungan-Nya) kepada gunung itu, gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Setelah Musa sadar, dia berkata, Maha Suci Engkau, aku bertobat kepada Engkau dan aku adalah orang yang pertama-tama beriman."
Sebagaimana ayat diatas dijelaskan, tahulah bahwa kita ini hanya manusia ciptaan Alloh yang tiada daya dan upayanya. Masyaa Alloh, sekelas Nabi Musa saja ketika ingin melihat Alloh secara langsung belum tentu bisa, apalagi kita yang manusia biasa yang banyak sekali melakukan kesalahan. Ketika Nabi Musa meminta hal tersebut kepada Alloh, Alloh jawab, "Engkau tidak akan sanggup melihat-Ku". Dan Nabi Musa disuruh untuk melihat ke gunung (sama pun ciptaan Alloh juga), dan Alloh tampakkan Keagungan Alloh tersebut dengan hancurnya gunung itu, sehingga membuat Nabi Musa pingsan. Dan setelah sadarnya Nabi Musa, Ia bertobat kepada Alloh, dan menjadi orang pertama Bani Israil yang beriman kepada Alloh. Masyaa Alloh.
Jadi bagaimana dengan kita ini sahabat, yang sering tidak sadar diri, dan tidak tahu diri?. Masihkah kita akan membawa diri ini kepada hal buruk, atau segera kembali kepada pencipta-Mu?. Atau tunggu Alloh dulu tampakkan keagungan-Nya baru kita akan kembali?, na'udzubillah, jangan sampai seperti itu wahai kawan.
Kita sadar sering melakukan banyak kelalaian, namun ketika telah sadar cepat-cepatlah memohon ampun, supaya segera tercatat amal baikmu, dan segera dijauhkan oleh hal buruk kembali.
Sejatinya Alloh itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Rahmat-Nya seluas samudra. Pada Ramadan malam ke 18 ini, kita perbanyak memohon ampun, atas apa yang telah kita kerjakan selama di dunia ini.
Wallahu a'lam bish-shawabi
Mohon maaf jika terdapat salah kata, atau jika ada yang merasa tersinggung. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama. Dibolehkan, saling menasehati dalan hal kebajikan.
Sekian.
Terima kasih.
#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-10
Komentar
Posting Komentar