Sebuah Mata yang Tidak Terlihat
Sebuah Mata yang Tidak Terlihat
Mata adalah salah satu alat indra manusia, yang berfungsi untuk melihat sekitar dan sekelilingmu. Mata adalah alat indera yang kompleks fungsinya. Fungsinya yang saling terhubung dengan alat indra lainnya. Dengan adanya mata pemberian Alloh swt ini, kita dapat mengetahui banyak hal, mulai dari beragam bentuk, beragam warna, beragam fenomena alam, dan masih banyak hal lainnya. Kerja mata tergantung cahaya (gelap atau terang), bergantung pada warna, dan benda yang dilihat.
Mata sangat kompleks yang fungsinya saling terhubung dengan alat indera lainnya. Kita coba ilustrasikan, mata melihat buah jeruk berwarna kuning, dengan hitungan detik saja perasaan kita mengatakan bahwa rasanya manis, padahal belum dicoba, ketika telah dicoba ternyata rasanya masam, jadi kesimpulannya, tidak semua buah jeruk yang berwarna kuning rasanya selalu manis, adapula rasanya yang masam. Baru satu ilustrasi antara indra penglihatan (mata) dengan indra pengecap (lidah). Silahkan di ilustrasikan dengan indra manusia lainnya.
Begitu pentingnya manfaat mata untuk diri ini. Namun tidak jarang banyak orang yang menyepelekan matanya, membiarkan matanya sakit. Entah apa penyebab sakitnya, hingga mereka menggunakan alat bantu kaca mata atau kontak lensa untuk membantu mereka menyempurnakan penglihatan kembali. Namun jika mereka yang memiliki kelebihan materi, mereka akan memilih sembuh dengan jalan operasi mata.
Dalam penggalan sebuah lagu dikatakan, "Dari Mata Turun ke Hati". Atau ada sebuah kata-kata bagus yang pernah saya tahu, "Mata adalah Cerminan Hati". Apa maksud sebenarnya?, diri ini bertanya-tanya.
Apakah hati juga dapat melihat?. Dan apakah hati dapat bercermin?. Bagaimana caranya?.
Dalam ayat Al-quran disebutkan dalam Surat Ali 'Imran 3: Ayat 13, Allah SWT berfirman:
"Sungguh, telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang berhadap-hadapan. Satu golongan berperang di jalan Allah dan yang lain (golongan) kafir yang melihat dengan mata kepala, bahwa mereka (golongan muslim) dua kali lipat mereka. Allah menguatkan dengan pertolongan-Nya bagi siapa yang Dia kehendaki. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan (mata hati)."
Dalam ayat diatas, kita dapat belajar, bahwa dengan terdapat dua golongan yakni satu golongan yang berperang di jalan Alloh, dan satu golongan kafir, dimana golongan kafir melihat golongan muslim ini jumlah orang yang ikut berperang hanya sedikit dibanding dengan jumlah orang kafir, karena mereka melihatnya dengan mata kepala. Namun, bagi orang muslim yang beriman, Alloh beri kekuatan dan pertolonganNya dengan kehendakNya, karena mereka melihat dengan mata hati mereka".
Kita coba ilustrasikan, atau aplikasikan di keseharian kita. Kita melihat dengan mata kepala kita, seseorang yang berdandan rapi, wangi, ganteng, cantik, sedang berjalan di depanmu, apa yang sedang terpikirkan olehmu?. Orang sukses?, orang kaya?, berpendidikan tinggi?. Bandingkan dengan orang yang melintasimu berdandan sederhana, dengan rupa yang standar, apa yang terpikirkan olehmu?. Orang miskin?, bukan orang sukses?, bukan orang yang memiliki pendidikan yang tinggi?. Hanya orang yang melihat dengan mata kepalanya yang akan memiliki pemikiran seperti ini.
Jika seseorang melihat dengan mata hatinya, tentu Alloh akan kuatkan dan memberinya pertolongan untuk dijauhkan dari yang namanya penyakit ini. Dengan begitu, kita tidak semena-mena melihat seseorang berdasarkan mata kepalanya, melainkan melihat dengan mata hatinya.
Maka perbanyaklah dzikir menyebut Alloh, agar Alloh selalu menolongmu, memberikanmu kekuatan, menjauhkanmu dari segala penyakit hati. Jika mata saja yang berada di luar tubuh kita rentan terhadap penyakit, apalagi hati kita yang letaknya di dalam tubuh kita, yang tak pernah, dan tidak bisa terlihat oleh mata manusia, kecuali hanya Alloh yang dapat melihat hati kita.
Wallahu a'lam bish-shawabi
Sekian, semoga bermanfaat. Mohon maaf jika ada kesalahan kata.
#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-7
Komentar
Posting Komentar