Sebuah Permainan
Sebuah Permainan
Seru sekali jika membahas tentang sebuah permainan. Kita tahu di Indonesia memiliki macam ragam bentuk permainan. Dari bentuk permainan tradisional maupun permainan modern.
Permainan tradisional biasanya banyak mengandalkan dari bahan-bahan di sekitar kita, baik dari alam langsung, maupun bukan. Adanya permainan tradisional menjadikan seorang anak lebih kreatif, karena mereka akan membuat permainannya terlebih dahulu. Lebih imajinatif, dengan kreasi mainan yang mereka buat, dapat membuat semakin imajinatifnya daya pikirnya. Lebih interaktif, permainan ini dimainkan dengan banyak orang, atau juga hanya dapat sepasang saja. Dan lebih menyehatkan, karena kebanyakan permainan tradisional dimainkan dengan mengerakkan semua anggota tubuh mereka dari atas kepala hingga bawah kaki.
Beberapa contoh mainan tradisional yang populer pada zamannya, yakni petak umpet, melibatkan banyak personil, dengan satu orang yang menjaga, dan sekaligus sebagai pencari teman-teman yang sedang bersembunyi. Gobak sodor atau benteng-bentengan, yakni mainan yang di bagi dengan 2 kubu, setiap kubu terdiri dari 6 orang, dan tugasnya saling mempertahankan benteng miliknya supaya tidak dimasuki oleh kubu lawan. Lompat tali, dakon atau congklak, dan masih banyak lagi ragam permainan tradisional.
Berbeda dengan permainan modern, permainan ini lebih mengandalkan dalam segi teknologi yang ada. Lebih mudah digunakan, lebih praktis. Hanya dengan posisi duduk, dan memainkan objek pada permainan, kita yang mengendalikan objek itu, bukan kita mengendalikan objek itu. Tubuh tidak perlu banyak bergerak, hanya memainkan jari tangan, dan bola mata saja untuk mengendalikan objeknya. Namun dalam permainan modern banyak sisi negatif, maupun sisi positifnya, sisi negatifnya, membuat seseorang menjadi kurang kreatif, dan kurang berinteraksi dengan sesama. Karena mereka hanya memainkan objeknya dengan seorang atau hanya 2 orang saja. Terutama bagian mata yang terus memandang objek permainan dengan durasi yang lama. Bagian tubuh lainnya, yakni punggung yang harus menahan duduk dalam durasi yang lama pula. Sisi positifnya membuat seseorang lebih imajinatif, karena bermain dengan penuh strategi.
Beberapa contoh permainan modern, diantaranya yakni papan gim, Nine Tendo, Play Station, tablet, hingga pada hand phone pun telah tersedia banyak ragam gim yang telah tersedia dengan hanya sekali download saja. Benar-benar sangat mudah.
Kamus Besar Bahas Indonesia (KBBI) menjelaskan mengenai permainan. Permainan adalah sesuatu yang digunakan untuk bermain, barang atau sesuatu yang dipermainkan, mainan.
Dengan adanya permainan kita dapat terhibur, dengan adanya permainan kita juga dapat mempererat tali persaudaraan, dapat saling bersilaturahmi, menambah jumlah pertemanan. Dan sepertinya masih banyak manfaat yang di dapat dengan adanya permainan, dengan catatan kita harus dapat mengatur waktu yang tepat untuk bermain supaya dapat terasa lebih manfaatnya.
Pada era milenial ini, dirasa sangat mudah untuk mendapati berbagai macam teknologi, terkait permainan yang semuana ada dan dapat dilakukan dalam satu genggaman, yakni pada ponsel seluler.
Permainannya pun dapat kita pilih, ternyata permainan tradisional yang dahulu pernah dimainkan pun ada dalam sebuah ponsel, caranya hanya download saja, kita dapat langsung memainkannya. Tidak hanya gim saja yang di gemari pada era ini, namun ada sebuah aplikasi yang dapat membuat kita belajar lebih kreatif memainkan, dan membuat sebuah konten pada akun aplikasinya. Ya, benar sekali, aplikasi itu bernama Tik-Tok. Banyak orang-orang mengunakan aplikasi tersebut sebagai media kreatifitas mereka.
Namun beberapa orang tidak dapat arif dan bijak dalam menggunakan aplikasi tersebut. Bukan tentang aplikasinya, melainkan pelaku atau sang pemilik akun yang kurang bijak dalam menggunakan media.
Terdapat vidio yang sempat viral, dimana di dalam vidio tersebut, tiga remaja putri sedang menggunakan mukena yang dipakai untuk sholat, yang dikira akan melakukan vidio tutorial sholat, mereka telah memulai sholat dengan takbir Allahu Akbar, namun setelah ditunggu ternyata terdengar musik bergenre EDM (elektronik dance music) dan mereka berjoget seperti di dalam club malam menggunakan mukena. Astagfirullah, mereka menggunakan sholat sebagai bahan permainan.
Kita mencoba ber-huznodzon sahabat, mungkin niatnya untuk menghibur saja, namun sepertinya konteks menghiburnya salah. Sholat bukan ajang bermain, bukan pula ajang pamer-pamer di media sosial dengan tujuan bukan karena Alloh.
Seperti dalam Al-quran telah dijelaskan, dalam Quran Surat Al-Ma'idah 5: Ayat 58. Allah SWT berfirman:
"Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (melaksanakan) sholat, mereka menjadikannya bahan ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka orang-orang yang tidak mengerti."
Masyaa Alloh, orang yang mempermainkan sholat sebagai bahan ejekan adalah orang-orang yang tidak mengerti. Jelas saja, jika mereka mengerti dan paham bahwa sholat adalah salah satu ibadah yang telah Rasulullah ajarkan pada umatnya yang seharusnya dikerjakan dan diamalkan, bukan menjadi bahan permainan. Maka dari itu, kita perlu sebuah ilmu, dari ilmu kita paham yang mana yang baik dan mana yang tidak.
Seharusnya mereka telah paham bahwa sebuah gerakan sholat bukan sekedar gerakan, melainkan ada sebuah filosofi di dalamnya, yakni takbir membesarkan Dzat yang Maha Besar. Sujud sebagai penghambaan, serta tunduknya kita kepada Alloh SWT. Masyaa Alloh sekali gerakan sholat, manfaatkan pun banyak sekali bagi kesehatan tubuh kita.
Bukankah, apapun yang telah Alloh perintahkan untuk kebaikan diri sendiri maupun untuk banyak orang lain. Sebaliknya, Alloh melarang sesuatu hal untuk menjauhkan dari perbuatan mungkar yang membahayakan diri kita. Maha Besar Alloh yang menciptakan kita, dan mengetahui segala tentang kita.
Perbanyak ilmu agama dapat menghindarkan kita dari perbuatan yang dilarang, dan bernilai suatu ibadah pula. Serta bijak dalam bersosial media, jangan hanya karena sebuah tingginya rating, banyaknya like, banyaknya subscribe, dan banyaknya viewer, kita menjadi lupa akan ilmu. Ilmu uang do dapat namun tidak diamalkan akan menjadi sia-sia.
Wallahu a'lam bish-shawabi
Sekian.
Mohon maaf jika terdapat salah kata, atau jika ada yang merasa tersinggung. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama. Dibolehkan, saling menasehati dalan hal kebajikan.
Terima kasih
#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-16
Komentar
Posting Komentar